Dari Ikan Jadi Cuan, Mahasiswa KKP Unismuh Makassar Ajarkan Warga Desa Libureng Bikin Abon Bernilai Ekonomi
KKP Posko 08 Desa Libureng, 21 September 2026 – Ikan tidak hanya dapat disajikan sebagai lauk sehari-hari. Di tangan masyarakat yang kreatif, hasil perikanan dapat diolah menjadi produk bernilai ekonomi dan memiliki daya simpan lebih lama.
Semangat itulah yang dibawa mahasiswa Kuliah Kerja Profesi (KKP) Posko 08 Desa Libureng, Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Makassar, melalui Seminar dan Pelatihan Pembuatan Abon Ikan yang dilaksanakan di Dusun Ulo, Desa Libureng, Senin (21/9/2026).
Kegiatan tersebut menjadi salah satu program kerja mahasiswa KKP Posko 08 yang diarahkan untuk meningkatkan keterampilan masyarakat dalam mengolah hasil perikanan sekaligus membuka wawasan mengenai peluang pengembangan produk pangan lokal.
Pelatihan ini dilaksanakan sebagai upaya memperkenalkan inovasi pengolahan hasil perikanan di tengah potensi sektor perikanan Desa Libureng yang masih dapat dikembangkan. Melalui pengolahan menjadi abon, ikan yang sebelumnya memiliki daya simpan relatif terbatas dapat diubah menjadi produk yang lebih praktis, tahan lama, dan memiliki nilai tambah.
Mahasiswa KKP Posko 08 melihat bahwa pengembangan produk olahan tidak hanya berkaitan dengan keterampilan memasak, tetapi juga dapat menjadi langkah awal untuk membangun kegiatan ekonomi masyarakat. Abon ikan memiliki peluang untuk dikembangkan sebagai produk rumah tangga, oleh-oleh, maupun produk usaha yang dipasarkan secara lebih luas.
Selain meningkatkan nilai tambah hasil perikanan, pengembangan abon ikan juga diharapkan dapat menjadi alternatif produk pangan khas Desa Libureng yang mudah dibawa dan memiliki daya simpan lebih panjang. Hal tersebut dinilai relevan dengan karakteristik masyarakat Desa Libureng, termasuk masyarakat yang merantau dan berpotensi membawa produk olahan khas daerah sebagai buah tangan.
Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan materi mengenai pemilihan dan pengolahan bahan baku, teknik pembuatan abon, proses pengolahan hingga menghasilkan tekstur dan cita rasa yang sesuai, serta teknik pengemasan agar produk lebih menarik dan memiliki nilai jual.
Setelah penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan praktik langsung pembuatan abon ikan. Peserta terlibat dalam setiap tahapan proses dengan didampingi mahasiswa KKP Posko 08. Suasana pelatihan berlangsung interaktif karena peserta tidak hanya menyaksikan proses, tetapi juga memperoleh kesempatan untuk mencoba secara langsung.
Sesi praktik menjadi bagian penting dalam kegiatan tersebut. Peserta dapat melihat bahwa pengolahan hasil perikanan menjadi produk bernilai ekonomi dapat dilakukan dengan teknologi yang relatif sederhana dan dapat dikembangkan dari skala rumah tangga. Pengetahuan tersebut diharapkan menjadi bekal awal bagi masyarakat yang ingin mencoba mengembangkan usaha olahan pangan berbasis potensi lokal.
Salah seorang masyarakat Desa Libureng mengapresiasi kegiatan tersebut.
“Pelatihan ini sangat bermanfaat karena memberikan pengetahuan baru dalam mengolah ikan menjadi produk yang tahan lama dan bernilai ekonomi. Kami berharap ilmu ini dapat menjadi peluang usaha bagi masyarakat,” ungkapnya.

Bagi mahasiswa KKP Posko 08, kegiatan ini juga menjadi ruang untuk mengimplementasikan ilmu yang diperoleh selama perkuliahan sekaligus belajar memahami potensi dan kebutuhan masyarakat secara langsung.
Pengolahan hasil perikanan menjadi salah satu bentuk diversifikasi produk yang dapat memperkuat nilai ekonomi komoditas. Dengan kreativitas dan inovasi, bahan pangan yang sederhana dapat dikembangkan menjadi produk yang memiliki nilai jual lebih tinggi.
Mahasiswa KKP Posko 08 berharap pelatihan tersebut tidak berhenti sebagai kegiatan selama masa KKP, tetapi dapat dilanjutkan dan dikembangkan oleh masyarakat menjadi produk unggulan Desa Libureng.
Ke depan, produk abon ikan juga berpotensi dikembangkan melalui peningkatan kualitas kemasan, penciptaan merek, pengurusan legalitas usaha, hingga pemasaran melalui media sosial dan berbagai kanal penjualan digital.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKP Posko 08 Desa Libureng berupaya mendorong masyarakat untuk melihat hasil perikanan bukan hanya sebagai bahan konsumsi, tetapi juga sebagai sumber peluang ekonomi dan usaha yang dapat dikembangkan dari tingkat rumah tangga.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari komitmen KKP Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Makassar dalam menghadirkan program yang menghubungkan ilmu pengetahuan, potensi lokal, keterampilan masyarakat, dan peluang ekonomi secara langsung di tengah masyarakat.
Kegiatan ini berkaitan dengan program SDGs, terkhusus SDG 1 Tanpa Kemiskinan melalui pelatihan wirausaha bagi masyarakat lokal di Libureng Barru, SDG 8 Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi melalui pemberdayaan masyakat setempat dalam merintis usaha mandiri. SDG 9 Industri, Inovasi dan Infrasstruktur melalui inovasi produk abon.
Sustainable Development Goals
Berita Terkait
Tekan Hama Penggerek Batang Padi, Mahasiswa KKP 08 Unismuh Makassar Ajarkan Petani Membuat Pestisida Nabati
Peduli Pendidikan Keagamaan, Mahasiswa KKP Unismuh Salurkan Al-Qur’an dan Iqra di Desa Libureng
Dukung Informasi Desa, KKP Posko 08 Unismuh Makassar Serahkan Peta Fasilitas Umum ke Desa Libureng