Kerjasama BERITA UTAMA BERITA KAMPUS GREEN KAMPUS AKADEMIK & PEMBELAJARAN SAINSTEK 28 August 2026 67 dibaca

Perkuat Kolaborasi Industri, Prodi Perikanan Unismuh Tawarkan Lulusan Siap Kerja

Perkuat Kolaborasi Industri, Prodi Perikanan Unismuh Tawarkan Lulusan Siap Kerja

MAKASSAR — Program Studi Budidaya Perikanan Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Makassar (Unismuh Makassar) memperkuat kolaborasi dengan pelaku industri perikanan melalui kegiatan Kuliah Tamu Praktisi Perikanan yang digelar di Aula Fakultas Pertanian, Menara Iqra Lantai 6, Kamis (27/8/2026).

Mengangkat tema “Optimalisasi Urban Aquaculture sebagai Solusi Cerdas Budidaya Udang Vannamei di Lahan Sempit Perkotaan”, kegiatan tersebut menjadi ruang bagi mahasiswa untuk memperoleh wawasan langsung dari dunia usaha sekaligus melihat peluang pengembangan budidaya perikanan di tengah keterbatasan lahan perkotaan.

Ketua Program Studi Budidaya Perikanan Fakultas Pertanian Unismuh Makassar, Ir. Akmaluddin, S.Pi., M.Si., IPM, mengatakan kuliah tamu praktisi tidak hanya ditujukan untuk menambah wawasan mahasiswa, tetapi juga mendorong mereka agar memiliki motivasi dan keberanian untuk membangun usaha di bidang perikanan.



“Tujuan kegiatan ini adalah memberikan motivasi dan tambahan wawasan kepada mahasiswa Budidaya Perikanan. Kami berharap lulusan yang dihasilkan nantinya memiliki semangat yang sama untuk membangun usaha di bidang perikanan,” ujar Akmaluddin dalam sambutannya.

Menurutnya, keterlibatan praktisi dalam proses pembelajaran juga menjadi bagian penting dalam mempertemukan pengetahuan akademik dengan realitas yang dihadapi di lapangan. Kolaborasi antara dosen dan pelaku usaha diharapkan dapat berkembang menjadi kemitraan strategis, terutama dalam menjawab berbagai persoalan teknis maupun pengembangan usaha perikanan.


Belajar Perikanan dari Nol, Kini Tekuni Budidaya Udang di Lahan Terbatas

Kuliah tamu tersebut menghadirkan Jumari, seorang praktisi yang mengembangkan usaha budidaya udang vannamei meskipun tidak memiliki latar belakang pendidikan formal di bidang perikanan.

Keterbatasan basic keilmuan tidak menjadi penghalang baginya untuk terjun ke dunia budidaya. Jumari mengaku memulai proses belajarnya dari dasar, mulai dari membaca berbagai literatur dan textbook, berdiskusi dengan akademisi, hingga berkonsultasi dengan peneliti di bidang perikanan. Pengetahuan yang diperolehnya kemudian tidak berhenti pada teori. Ia mencoba mengaplikasikannya secara langsung di lahan terbatas yang berada di kawasan perkotaan.

Pengalaman tersebut menjadi salah satu pesan penting yang dibagikannya kepada mahasiswa. Menurut Jumari, keterbatasan latar belakang pendidikan bukan alasan untuk takut memulai sebuah usaha.

“Jangan takut dan malu untuk memulai usaha walaupun dari skala kecil. Jangan malu untuk belajar dan bertanya kepada praktisi. Yang paling penting harus terus-menerus belajar,” pesannya kepada mahasiswa.


Gagal Panen, Bangkit, Lalu Menyusun SOP

Di balik keberhasilannya mengembangkan usaha, perjalanan Jumari tidak selalu berjalan mulus. Ia mengungkapkan pernah mengalami kegagalan besar ketika udang yang sudah siap dipanen mati dalam waktu yang hampir bersamaan. Namun, pengalaman tersebut tidak membuatnya berhenti. Justru kegagalan itu dijadikannya sebagai bahan evaluasi untuk memperbaiki sistem budidaya.

“Setiap kegagalan kami jadikan pelajaran untuk menyusun SOP dalam usaha,” jelasnya.

Dari proses evaluasi dan pembelajaran tersebut, Jumari kemudian membangun standar operasional yang diterapkan secara konsisten dalam kegiatan budidayanya. Ia menyebut penerapan SOP tersebut membantunya mencapai hasil budidaya hingga 85 persen dalam 10 siklus budidaya.

Ia juga menekankan tiga hal yang menurutnya menjadi kunci dalam menjalankan usaha budidaya udang vannamei, yakni rajin mencatat perkembangan dan pertumbuhan udang, rajin membaca literatur, serta tidak berhenti bertanya kepada orang yang lebih ahli. Bagi Jumari, data dan catatan budidaya bukan sekadar administrasi, tetapi menjadi dasar untuk mengambil keputusan pada siklus berikutnya.


Dari Udang, Kepiting, Ayam Petelur hingga Hidroponik

Usaha yang dijalankan Jumari tidak hanya berfokus pada budidaya udang vannamei. Saat ini, ia juga mengembangkan beberapa jenis usaha lain, di antaranya pembesaran kepiting dan budidaya ayam petelur. Aktivitas usahanya bahkan memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat di lingkungan tempat tinggalnya. Sebagai ketua RW, ia turut mendorong agar kegiatan usaha yang dijalankan dapat memberikan manfaat bagi warga sekitar, salah satunya melalui penyerapan tenaga kerja serta kontribusi sosial kepada masyarakat yang membutuhkan.

Jumari juga mengungkapkan bahwa pengembangan usahanya mendapat dukungan teknologi energi terbarukan berupa panel surya berkapasitas 11.000 watt dari Amerika Serikat untuk membantu memenuhi kebutuhan listrik dalam kegiatan usaha. Menurutnya, budidaya udang vannamei memiliki prospek yang menarik karena didukung permintaan pasar yang tinggi dan relatif stabil. Di sisi lain, perkembangan teknologi juga membuka semakin banyak peluang bagi pelaku usaha untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas budidaya.


Kampus Dorong Mahasiswa Melihat Industri dari Dekat

Mewakili Dekan Fakultas Pertanian sekaligus membuka kegiatan, Dr. Ir. Nurdin Mappa., MM, menyampaikan apresiasi atas kesediaan Jumari meluangkan waktu untuk berbagi pengalaman dengan mahasiswa di tengah kesibukannya menjalankan usaha. Menurutnya, kesempatan mahasiswa mendapatkan pengalaman langsung dari pelaku industri merupakan hal yang sangat berharga.



“Kita bersyukur Bapak Jumari bisa meluangkan waktu untuk hadir dalam kegiatan kuliah praktisi ini. Sebagaimana kita ketahui, bagi pengusaha time is money, sehingga kesempatan ini merupakan kesempatan yang sangat berharga,” ungkap Nurdin.

Ia berharap mahasiswa dapat mengambil banyak insight dari pengalaman praktisi, khususnya terkait pengembangan budidaya udang vannamei pada lahan terbatas di kawasan perkotaan. Kegiatan tersebut sekaligus mempertegas arah pembelajaran di Program Studi Budidaya Perikanan Unismuh Makassar yang tidak hanya berorientasi pada penguasaan teori, tetapi juga membangun kompetensi praktis, jiwa kewirausahaan, serta kesiapan mahasiswa menghadapi dunia kerja dan industri.

Bagi Program Studi Budidaya Perikanan, lulusan tidak harus selalu diposisikan sebagai pencari kerja. Mereka juga didorong untuk mampu menjadi pencipta lapangan kerja melalui pengembangan usaha budidaya dan inovasi perikanan.

Pesan tersebut semakin relevan di tengah perkembangan teknologi digital. Menurut Jumari, era digital telah membuka peluang yang lebih luas bagi generasi muda untuk belajar, membangun jejaring, memasarkan produk, hingga mengembangkan usaha perikanan dari skala kecil.

Kuliah tamu ini pun menjadi salah satu langkah Program Studi Budidaya Perikanan Unismuh Makassar dalam mempertemukan mahasiswa dengan realitas industri—agar lulusan tidak hanya siap bekerja, tetapi juga siap menciptakan peluang usaha di sektor perikanan.



Sustainable Development Goals

SDG 4
SDG 4 Pendidikan Berkualitas
SDG 8
SDG 8 Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi
SDG 9
SDG 9 Industri, Inovasi dan Infrastruktur
Bagikan: Facebook Twitter WhatsApp