Lompo Riaja Jadi ‘Laboratorium’ Pengabdian: 10 Mahasiswa Unismuh Makassar Siapkan 8 Program Kerja
Barru, Lompo Riaja – Selasa, 18 Agustus 2026. Semangat pemberdayaan masyarakat mulai digerakkan mahasiswa Kuliah Kerja Profesi (KKP) Universitas Muhammadiyah Makassar (Unismuh Makassar), Fakultas Pertanian, Posko 03 Kelurahan Lompo Riaja, Kecamatan Tanete Riaja, Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan.
Langkah awal tersebut ditandai dengan pelaksanaan Seminar Program Kerja yang digelar di Aula Kantor Kelurahan Lompo Riaja. Kegiatan ini menjadi ruang bagi mahasiswa untuk memperkenalkan sekaligus mendiskusikan sejumlah program yang akan mereka jalankan selama berada di tengah masyarakat.
Sebanyak 10 mahasiswa dari tiga program studi Fakultas Pertanian Unismuh Makassar, yakni Agribisnis, Kehutanan, dan Budidaya Perikanan, tergabung dalam KKP Posko 03. Latar belakang keilmuan yang beragam menjadi modal bagi mahasiswa untuk menghadirkan program yang tidak hanya bersifat seremonial, tetapi disesuaikan dengan potensi dan kebutuhan masyarakat Kelurahan Lompo Riaja.
Seminar tersebut dihadiri oleh Lurah Lompo Riaja Patahuddin, S.Sos., Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Ir. Muhammad Tahnur, S.Hut., M.Hut., IPM., Sekretaris Lurah, Koordinator Kelurahan (Korluh) Muh. Fazly Semenanjung, perangkat kelurahan, penyuluh kehutanan, Kelompok Wanita Tani (KWT), mahasiswa KKP Posko 03, serta masyarakat Kelurahan Lompo Riaja.
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa tidak hanya memaparkan rencana program, tetapi juga membuka ruang komunikasi dengan pemerintah kelurahan dan masyarakat. Diskusi dilakukan untuk memastikan setiap program yang dirancang dapat diterapkan sesuai kondisi di lapangan.
Korluh: KKP Bukan Sekadar Kewajiban Akademik
Koordinator Kelurahan KKP Posko 03, Muh. Fazly Semenanjung, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas sambutan serta dukungan yang diberikan Pemerintah Kelurahan Lompo Riaja dan masyarakat terhadap kehadiran mahasiswa.
Menurutnya, keberhasilan program KKP sangat bergantung pada kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah kelurahan, dan masyarakat.
“Kami menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kepercayaan serta kesempatan yang diberikan kepada kami untuk hadir dan melaksanakan kegiatan pengabdian di tengah-tengah masyarakat.”
Ia berharap seluruh program yang telah disusun dapat terlaksana dengan baik melalui kerja sama dan komunikasi yang terbuka dengan berbagai pihak.
“Kami berharap seluruh program kerja yang telah disusun dapat terlaksana melalui kerja sama atau kolaborasi yang baik antara mahasiswa, Pemerintah Kelurahan Lompo Riaja, dan masyarakat Kelurahan Lompo Riaja.”
Bagi mahasiswa, kata Fazly, kehadiran di tengah masyarakat bukan semata-mata untuk memenuhi kewajiban akademik. KKP juga menjadi kesempatan untuk belajar secara langsung, membangun relasi, serta memahami berbagai kondisi sosial yang tidak selalu ditemukan di lingkungan kampus.
DPL Tekankan Komunikasi dan Penghormatan terhadap Adat
Dosen Pembimbing Lapangan Ir. Muhammad Tahnur, S.Hut., M.Hut., IPM., mengatakan KKP merupakan kesempatan bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan ilmu yang telah diperoleh selama berada di bangku kuliah sekaligus memperoleh pengalaman baru melalui interaksi langsung dengan masyarakat.
Ia menilai kemampuan mahasiswa dalam berkomunikasi dan beradaptasi menjadi bagian penting selama menjalankan KKP.
“Yang tidak kalah penting adalah bagaimana mahasiswa mampu berkomunikasi, bekerja sama dengan masyarakat dan menghargai adat istiadat yang ada di Kelurahan Lompo Riaja.”
Ia berharap mahasiswa KKP Posko 03 mampu menjalankan program yang memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus meninggalkan pengalaman dan kenangan positif selama berada di Kelurahan Lompo Riaja.
“Saya harap mahasiswa Posko 03 dapat melaksanakan program kerja yang bermanfaat dan memberikan kenangan yang baik di Kelurahan Lompo Riaja,” ungkapnya.
Lurah Lompo Riaja: Anggap Kelurahan sebagai Rumah Sendiri
Sementara itu, Lurah Lompo Riaja, Patahuddin, S.Sos., menyambut baik kehadiran mahasiswa KKP di wilayahnya. Ia meminta mahasiswa untuk tidak menjaga jarak dengan masyarakat dan aktif berinteraksi selama melaksanakan program.
“Anggaplah desa ini sebagai rumah sendiri. Jangan sungkan untuk berinteraksi dengan masyarakat, bertanya, berdiskusi, maupun menyampaikan hal-hal yang diperlukan selama pelaksanaan KKP.”
Ia juga mengajak masyarakat untuk menerima dan membantu mahasiswa selama menjalankan berbagai kegiatan.
Menurut Patahuddin, selama berada di lapangan mahasiswa mungkin akan menemukan berbagai keterbatasan, baik dari sisi masyarakat maupun pemerintah kelurahan. Karena itu, komunikasi dan sikap saling memahami menjadi hal yang penting.
“Kami berharap adik-adik dapat berkomunikasi dengan baik, menjaga sopan santun, serta selalu mengedepankan kebersamaan dan rasa kekeluargaan di tengah-tengah masyarakat.”
Menurutnya, kehadiran mahasiswa KKP juga menjadi kesempatan bagi masyarakat dan mahasiswa untuk saling belajar, berbagi pengalaman, serta membangun hubungan yang lebih erat.
Delapan Program Disiapkan, dari Aquaponik hingga Aksi Lingkungan
Dalam seminar tersebut, mahasiswa KKP Posko 03 memaparkan delapan program kerja yang akan dilaksanakan selama berada di Kelurahan Lompo Riaja.
Program-program tersebut mencakup bidang pertanian, perikanan, lingkungan, pendidikan, dan sosial-keagamaan.
Pertama, edukasi pengolahan kacang tanah menjadi selai. Program ini diarahkan untuk memberikan pengetahuan mengenai alternatif pengolahan hasil pertanian agar memiliki nilai tambah.
Kedua, aquaponik. Program ini memadukan budidaya ikan dan tanaman dalam satu sistem sebagai salah satu bentuk penerapan teknologi budidaya yang dapat dikembangkan di lingkungan masyarakat.
Ketiga, penanaman dan pembagian bibit. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mendorong kepedulian terhadap lingkungan sekaligus pemanfaatan ruang untuk kegiatan penanaman.
Keempat, edukasi pengolahan bahan organik menjadi briket. Mahasiswa akan memberikan edukasi mengenai pemanfaatan bahan organik sebagai bahan yang dapat diolah menjadi briket sehingga memiliki nilai guna lebih.
Kelima, aksi lingkungan. Kegiatan ini diarahkan untuk meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan.
Keenam, pengajaran Baca Tulis Al-Qur’an (BTQ). Program ini menyasar kegiatan pendidikan keagamaan sebagai bentuk kontribusi mahasiswa dalam mendukung pembelajaran Al-Qur’an di masyarakat.
Ketujuh, lomba keagamaan. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari program sosial-keagamaan yang diharapkan dapat mendorong partisipasi dan kebersamaan masyarakat.
Kedelapan, pemasangan plang pemberitahuan. Program ini menjadi salah satu bentuk dukungan mahasiswa terhadap penyampaian informasi dan penataan lingkungan di wilayah Kelurahan Lompo Riaja.
Delapan program tersebut menjadi bentuk kontribusi mahasiswa KKP Posko 03 dengan menggabungkan latar belakang keilmuan dari Agribisnis, Kehutanan, dan Budidaya Perairan.
Melalui program yang telah dirancang, mahasiswa diharapkan tidak hanya hadir sebagai pelaksana kegiatan, tetapi mampu membangun hubungan yang produktif dengan masyarakat.
Bagi mahasiswa, KKP menjadi ruang untuk menguji sejauh mana ilmu yang diperoleh di perguruan tinggi dapat diterapkan dalam kondisi nyata. Sementara bagi masyarakat Kelurahan Lompo Riaja, kehadiran mahasiswa diharapkan dapat memberikan tambahan pengetahuan, pengalaman, dan gagasan yang dapat dikembangkan sesuai potensi lokal.
Dengan semangat kolaborasi, pengabdian, dan pemberdayaan masyarakat, KKP Posko 03 Fakultas Pertanian Unismuh Makassar di Kelurahan Lompo Riaja diharapkan mampu menghadirkan program yang tidak berhenti pada pelaksanaan kegiatan, tetapi meninggalkan manfaat yang dapat dirasakan masyarakat.
Sustainable Development Goals
Berita Terkait
Dari Abon Putty hingga Sekolah Peduli Hutan, Mahasiswa KKP Pancana Bawa 7 Program untuk Masyarakat
21 Aug 2026
Mahasiswa KKP Fakultas Pertanian Unismuh Makassar Posko 08 Gelar Seminar Program Kerja di Desa Libureng
20 Aug 2026
Himagri Unismuh Makassar Padukan Expo Bisnis dan Tadabbur Alam
29 Jun 2026