Sukses Kembangkan Udang Vannamei di Lahan Sempit, Jumari Ajak Gen Z Dalami Ilmu Perikanan di Unismuh
MAKASSAR — Keterbatasan lahan bukan alasan untuk berhenti bermimpi membangun usaha di sektor perikanan. Hal itu dibuktikan Jumari, praktisi yang berhasil mengembangkan budidaya udang vannamei di lahan terbatas dan kini mendorong generasi muda, khususnya Gen Z, untuk berani menekuni ilmu perikanan.
Kisah tersebut dibagikan Jumari saat menjadi praktisi dalam Kuliah Tamu Praktisi Perikanan yang diselenggarakan Program Studi Budidaya Perikanan, Fakultas Pertanian, Universitas Muhammadiyah Makassar (Unismuh Makassar), Kamis (27/8/2026), di Aula Fakultas Pertanian, Menara Iqra Lantai 6.
Mengangkat tema “Optimalisasi Urban Aquaculture sebagai Solusi Cerdas Budidaya Udang Vannamei di Lahan Sempit Perkotaan”, kegiatan ini menjadi ruang bagi mahasiswa untuk melihat secara langsung peluang bisnis perikanan sekaligus mendengar pengalaman nyata dari pelaku usaha. Ketua Program Studi Budidaya Perikanan Unismuh Makassar, Ir. Akmaluddin, S.Pi., M.Si., IPM, mengatakan kegiatan kuliah tamu praktisi dirancang untuk memberikan motivasi sekaligus memperluas wawasan mahasiswa mengenai dunia usaha perikanan.
Menurutnya, pengalaman praktisi di lapangan dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa agar tidak hanya berorientasi menjadi pencari kerja setelah lulus, tetapi juga memiliki keberanian untuk membangun usaha sendiri.
“Tujuan dari kuliah tamu praktisi ini adalah memberikan motivasi dan tambahan wawasan kepada mahasiswa Budidaya Perikanan. Sehingga nantinya lulusan yang dihasilkan memiliki semangat yang sama dalam membangun usaha perikanan,” ujar Akmaluddin.
Ia menambahkan, pertemuan antara akademisi dan praktisi juga diharapkan dapat berkembang menjadi kemitraan strategis, terutama dalam menghadapi berbagai persoalan yang muncul dalam praktik budidaya di lapangan.
Belajar Perikanan dari Nol Menariknya, perjalanan Jumari di dunia budidaya udang tidak berawal dari latar belakang pendidikan perikanan.
Ia justru mempelajari budidaya udang vannamei secara mandiri dari dasar. Berbagai sumber pengetahuan dipelajarinya, mulai dari membaca textbook, berdiskusi dengan akademisi perikanan, hingga bertanya kepada peneliti yang memiliki keahlian di bidang perikanan.
Pengetahuan tersebut kemudian ia aplikasikan langsung di lahan terbatas di daerahnya.
Bagi Jumari, proses tersebut menjadi bukti bahwa kemauan untuk belajar merupakan modal penting dalam membangun usaha. “Jangan takut dan malu memulai usaha walaupun skalanya kecil. Jangan malu belajar dan bertanya kepada praktisi. Harus terus-menerus belajar,” pesannya kepada mahasiswa.
Pernah Gagal, Udang Siap Panen Mati Seketika
Kesuksesan Jumari saat ini tidak diraih dengan jalan yang mudah. Ia mengaku telah mengalami berbagai kegagalan dalam menjalankan usaha budidaya udang vannamei. Salah satu pengalaman paling berat terjadi ketika udang yang telah siap dipanen justru mati dalam waktu yang hampir bersamaan.
Namun, kegagalan tersebut tidak membuatnya menyerah. Sebaliknya, pengalaman itu digunakan sebagai bahan evaluasi untuk memperbaiki sistem budidaya. Jumari kemudian menyusun Standar Operasional Prosedur (SOP) berdasarkan berbagai pengalaman dan kegagalan yang telah dilaluinya. Hasilnya, penerapan SOP tersebut membantu meningkatkan performa budidayanya. Ia menyebut mampu mencapai tingkat keberhasilan pertumbuhan hingga 85 persen dalam 10 siklus budidaya.
Menurut Jumari, terdapat tiga kebiasaan penting yang harus dimiliki pembudidaya, yakni rajin mencatat perkembangan dan pertumbuhan udang, rajin membaca literatur, serta tidak ragu bertanya kepada ahlinya. Dari Udang hingga Ayam Petelur. Saat ini, usaha yang dikembangkan Jumari tidak hanya bergerak pada pembesaran udang vannamei. Ia juga menjalankan usaha pembesaran kepiting dan budidaya ayam petelur.
Aktivitas usaha tersebut turut memberikan dampak bagi masyarakat di lingkungan sekitarnya. Sebagai ketua RW, ia berupaya agar keberadaan usahanya tidak hanya memberikan keuntungan secara pribadi, tetapi juga memberikan manfaat sosial dan ekonomi bagi warga. Usahanya mampu menyerap tenaga kerja sekaligus memberikan sumbangsih sosial kepada masyarakat sekitar yang membutuhkan.
Dalam pengembangan usahanya, Jumari juga mulai memanfaatkan teknologi energi terbarukan. Ia mengungkapkan bahwa usahanya mendapatkan bantuan panel surya berkapasitas 11 ribu watt dari Amerika Serikat untuk membantu memenuhi kebutuhan pasokan listrik.
Menurutnya, budidaya udang vannamei memiliki prospek yang menjanjikan karena didukung permintaan pasar yang tinggi dan relatif stabil, ditambah perkembangan teknologi yang semakin membuka peluang efisiensi dalam kegiatan budidaya.
Kampus Dorong Mahasiswa Melihat Peluang Industri
Mewakili Dekan Fakultas Pertanian sekaligus membuka kegiatan, Dr. Ir. Nurdin Mappa, MM, menyampaikan apresiasi atas kesediaan Jumari hadir dan berbagi pengalaman bersama mahasiswa. Menurut Nurdin, kehadiran praktisi yang aktif menjalankan usaha menjadi kesempatan berharga bagi mahasiswa untuk mendapatkan gambaran nyata mengenai dunia industri perikanan.

“Kita bersyukur Bapak Jumari bisa meluangkan waktunya untuk hadir dalam kegiatan kuliah praktisi ini. Walaupun di tengah kesibukannya mengurus usaha, beliau masih menyempatkan diri berbagi pengalaman. Bagi pengusaha, time is money, sehingga kesempatan seperti ini sangat berharga,” ungkapnya.
Ia berharap mahasiswa dapat mengambil banyak insight dari pengalaman Jumari, khususnya mengenai pengembangan budidaya udang vannamei di lokasi yang sempit di kawasan perkotaan.
Gen Z Punya Peluang Besar di Industri Perikanan
Di hadapan mahasiswa, Jumari juga menegaskan bahwa lulusan Budidaya Perikanan memiliki peluang yang luas untuk membangun karier maupun usaha di sektor perikanan.
Menurutnya, perkembangan teknologi digital justru membuat peluang tersebut semakin terbuka. Generasi muda dapat memanfaatkan teknologi untuk memperoleh informasi, membangun jaringan, mengembangkan inovasi, hingga memasarkan hasil usaha perikanan.
Karena itu, ia mendorong mahasiswa untuk tidak menunggu sampai lulus untuk mulai belajar berwirausaha.
“Mulailah dari yang kecil, terus belajar, jangan takut bertanya, dan jangan menjadikan kegagalan sebagai alasan untuk berhenti,” menjadi pesan yang mengemuka dalam kuliah tamu tersebut.
Kegiatan ini sekaligus memperkuat komitmen Program Studi Budidaya Perikanan Unismuh Makassar dalam membangun lulusan yang tidak hanya memiliki kompetensi akademik, tetapi juga memahami kebutuhan industri, memiliki keterampilan praktis, berjiwa kewirausahaan, dan siap menciptakan lapangan kerja di sektor perikanan.
Dengan mempertemukan mahasiswa dengan pelaku industri secara langsung, Prodi Budidaya Perikanan Unismuh Makassar membuka ruang agar ilmu yang dipelajari di kampus dapat bertemu dengan pengalaman nyata di lapangan—mendorong Gen Z melihat perikanan bukan sekadar sebagai bidang studi, tetapi sebagai peluang masa depan.
Sustainable Development Goals
Berita Terkait
Perkuat Kolaborasi Industri, Prodi Perikanan Unismuh Tawarkan Lulusan Siap Kerja
28 Aug 2026
Dari Abon Putty hingga Sekolah Peduli Hutan, Mahasiswa KKP Pancana Bawa 7 Program untuk Masyarakat
21 Aug 2026
Unismuh Makassar Jajaki Kolaborasi BPDP Kembangkan Wirausaha Muda Perkebunan
13 Jul 2026