Akademik Kerjasama BERITA KAMPUS GREEN KAMPUS • 21 dibaca

Kolaborasi dengan Balai Pengendalian Karhutla, Kehutanan Unismuh Makassar Dorong Mahasiswa Jaga Kelestarian Hutan

Kolaborasi dengan Balai Pengendalian Karhutla, Kehutanan Unismuh Makassar Dorong Mahasiswa Jaga Kelestarian Hutan

MAKASSAR — Program Studi Kehutanan, Fakultas Pertanian, Universitas Muhammadiyah Makassar (Unismuh Makassar) bekerja sama dengan Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Sulawesi menggelar SiPongi Goes to Campus 2026 di Lantai 8 Menara Iqra, Senin, 19 Oktober 2026. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman mahasiswa tentang pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melalui edukasi, pemanfaatan teknologi pemantauan, diskusi interaktif, serta penanaman pohon.

Direktur Pengendalian Kebakaran Hutan, Ir. Thomas Nifinluri, M.Sc., menyampaikan materi mengenai data kejadian karhutla dan berbagai upaya mitigasi yang dilakukan untuk mencegah serta mengendalikan kebakaran. Ia menekankan pentingnya edukasi dan keterlibatan masyarakat dalam menekan risiko kebakaran hutan dan lahan.

Teknologi dan Edukasi Pencegahan Karhutla

Dalam kegiatan tersebut, Thomas memaparkan upaya pengendalian karhutla yang membutuhkan dukungan berbagai pihak, termasuk perguruan tinggi dan masyarakat. Pemahaman mengenai penyebab kebakaran, langkah pencegahan, serta mekanisme pemantauan menjadi bagian penting dalam membangun kesadaran bersama terhadap ancaman kebakaran hutan dan lahan.

Pemanfaatan teknologi SiPongi turut menjadi perhatian dalam kegiatan ini. Sistem tersebut diperkenalkan sebagai sarana untuk memperoleh informasi terkait kebakaran hutan dan lahan sehingga dapat mendukung pemantauan serta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran.

Rektor Unismuh Makassar, Dr. Ir. H. Abd. Rakhim Nanda, S.T., M.T., IPU., mengapresiasi pelaksanaan SiPongi Goes to Campus 2026 karena memberikan ruang pembelajaran bagi mahasiswa dan sivitas akademika mengenai pengendalian karhutla. Menurut dia, pengenalan teknologi pemantauan kebakaran dapat memperluas wawasan mahasiswa mengenai pemanfaatan teknologi dalam perlindungan lingkungan.

Ia juga menilai kegiatan semacam ini penting untuk mendekatkan pengetahuan praktis mengenai pengendalian kebakaran hutan dengan lingkungan akademik. Dengan demikian, mahasiswa tidak hanya mempelajari persoalan lingkungan melalui teori, tetapi juga memahami pendekatan pencegahan dan pengendalian yang diterapkan di lapangan.

Diskusi Interaktif Bahas Penyebab dan Dampak Kebakaran

Setelah pemaparan materi, kegiatan dilanjutkan dengan talkshow dan diskusi interaktif yang melibatkan perwakilan Fakultas Pertanian Unismuh Makassar, Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Sulawesi, dan Program Studi Kehutanan. Diskusi tersebut membahas penyebab dan dampak karhutla, strategi pencegahan, serta kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung perlindungan hutan.

Forum ini memberikan kesempatan kepada peserta untuk mendalami persoalan kebakaran hutan dan lahan dari sudut pandang akademik maupun praktik pengendalian. Pertukaran pandangan antarpeserta dan narasumber juga menjadi sarana untuk memperkuat pemahaman tentang pentingnya pencegahan sebelum kebakaran meluas dan menimbulkan kerugian lingkungan.

Selain diskusi, panitia menyelenggarakan kuis interaktif untuk menguji pemahaman peserta mengenai materi yang disampaikan. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari pendekatan edukasi yang mendorong mahasiswa terlibat aktif selama kampanye pencegahan karhutla.

Penanaman Pohon sebagai Aksi Nyata

Rangkaian SiPongi Goes to Campus 2026 juga diisi dengan penanaman pohon sebagai bentuk kepedulian terhadap kelestarian lingkungan. Kegiatan ini melengkapi penyampaian materi dan diskusi dengan aksi nyata yang menekankan pentingnya menjaga keberlanjutan ekosistem.

Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa diharapkan tidak berhenti pada pemahaman mengenai bahaya karhutla, tetapi turut menyebarluaskan informasi pencegahan kepada masyarakat. Keterlibatan generasi muda dinilai penting untuk membangun budaya peduli lingkungan dan mendorong tindakan yang mendukung perlindungan hutan.

Kolaborasi antara Program Studi Kehutanan Unismuh Makassar dan Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Sulawesi menjadi bagian dari upaya memperkuat hubungan perguruan tinggi dengan pemerintah dalam edukasi lingkungan. Kerja sama tersebut diharapkan dapat berlanjut melalui kegiatan pembelajaran, kampanye publik, dan aksi pelestarian yang melibatkan mahasiswa secara berkelanjutan.

Melalui SiPongi Goes to Campus 2026, Unismuh Makassar mendorong mahasiswa agar berperan sebagai bagian dari upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan. Penguatan literasi lingkungan, pemanfaatan teknologi, dan keterlibatan langsung diharapkan dapat menumbuhkan kepedulian generasi muda terhadap kelestarian hutan.


Kegiatan ini berkaitan erat dengan program SDGs, Khususnya SDG 13 Penanganan Perubahan Iklim , dengan melakukan aksi nyata dalam mengatasi perubahan iklim dan dampaknya. SDG 15 Ekosistem Darata, dengan Mellindungi hutan, menghentikan penggundulan, melawan desertifikasi, dan menjaga keanekaragaman hayati.

Sustainable Development Goals

SDG 13
SDG 13 Penanganan Perubahan Iklim
SDG 15
SDG 15 Ekosistem Daratan
Bagikan: Facebook Twitter WhatsApp