Prestasi PROFIL INSPIRATIF • 117 dibaca

Angkat Potensi Pangan Lokal Nonberas untuk Ketahanan Pangan, Dr. Khaeriyah Darwis Raih Presenter Terbaik di Simpul Pangan Nusantara 2026

Angkat Potensi Pangan Lokal Nonberas untuk Ketahanan Pangan, Dr. Khaeriyah Darwis Raih Presenter Terbaik di Simpul Pangan Nusantara 2026

MAKASSAR – Dosen Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar, Dr. Khaeriyah Darwis, S.P., M.Si., meraih penghargaan Presenter Terbaik dalam Konferensi Ilmiah Sistem Pangan Berkelanjutan (KISPB) bertajuk Simpul Pangan Nusantara 2026. Kegiatan tersebut berlangsung di UNHAS Hotel and Convention, Makassar, pada Rabu, 7 Oktober 2026.

Penghargaan ini diraih melalui presentasi karya ilmiah berjudul “Pangan Lokal Nonberas, Diversifikasi Konsumsi, dan Resiliensi Gizi di Sulawesi Selatan: Sebuah Scoping Review.” Karya tersebut mengangkat pentingnya pangan lokal nonberas sebagai bagian dari strategi diversifikasi konsumsi untuk memperkuat ketahanan pangan dan mendukung pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat.

Konferensi Simpul Pangan Nusantara 2026 Seri Sulawesi Selatan diselenggarakan oleh ICRAF Indonesia melalui program Land4Lives. Kegiatan ini melibatkan mitra pemerintah, perguruan tinggi, dan berbagai pemangku kepentingan pembangunan, dengan dukungan Global Affairs Canada. Forum tersebut menjadi ruang pertukaran pengetahuan dan gagasan ilmiah mengenai pengembangan sistem pangan yang berkelanjutan.

Pangan Lokal Nonberas sebagai Alternatif Penguatan Ketahanan Pangan

Melalui kajiannya, Dr. Khaeriyah Darwis menyoroti bahwa ketahanan pangan tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan bahan pangan, tetapi juga keberagaman sumber pangan yang dapat diakses dan dikonsumsi masyarakat. Ketergantungan pada satu jenis pangan pokok dapat membatasi pilihan konsumsi, terutama ketika masyarakat menghadapi perubahan harga, gangguan pasokan, penurunan daya beli, maupun dampak perubahan iklim.

Dalam konteks Sulawesi Selatan, pengembangan pangan lokal nonberas menjadi isu penting untuk dikaji lebih lanjut. Keberagaman sumber pangan dapat membuka peluang bagi masyarakat untuk memanfaatkan potensi pangan yang tersedia di daerah sekaligus memperluas pilihan dalam memenuhi kebutuhan gizi sehari-hari.

Kajian tersebut juga mengangkat konsep resiliensi gizi, yakni kemampuan individu maupun komunitas untuk mempertahankan pemenuhan kebutuhan gizi ketika menghadapi berbagai tekanan. Konsep ini menekankan pentingnya sistem pangan yang tidak hanya mampu menyediakan makanan, tetapi juga mendukung keberlanjutan akses masyarakat terhadap pangan yang beragam dan bergizi.

Diversifikasi konsumsi, menurut kerangka kajian tersebut, perlu didukung oleh berbagai aspek, antara lain ketersediaan pangan lokal, nilai gizi, keterjangkauan harga, kebiasaan konsumsi masyarakat, serta keberlanjutan produksi dan pemanfaatannya. Dengan demikian, pengembangan pangan lokal tidak cukup berhenti pada ketersediaan bahan pangan, tetapi juga perlu memperhatikan penerimaan masyarakat dan peluang pemanfaatannya secara berkelanjutan.

Prestasi Akademik dan Penguatan Riset Agribisnis

Raihan Presenter Terbaik ini menjadi capaian akademik yang memperkuat kontribusi dosen Fakultas Pertanian Unismuh Makassar dalam forum ilmiah yang membahas isu strategis pembangunan pangan. Prestasi tersebut sekaligus menunjukkan relevansi kajian agribisnis dalam memahami hubungan antara sumber daya pangan lokal, pola konsumsi, kebutuhan gizi, dan ketahanan pangan.

Penelitian mengenai pangan lokal nonberas diharapkan dapat menjadi pijakan bagi pengembangan kajian lanjutan, terutama dalam merumuskan strategi diversifikasi pangan yang sesuai dengan karakteristik wilayah dan kebutuhan masyarakat. Penguatan riset ini juga berpotensi mendukung pengembangan agribisnis yang inklusif, meningkatkan nilai tambah komoditas lokal, serta memperluas peluang pemanfaatan sumber daya pangan daerah.

Bagi Fakultas Pertanian Unismuh Makassar, capaian ini menjadi dorongan untuk terus memperkuat budaya penelitian, publikasi ilmiah, dan kolaborasi akademik. Kontribusi dosen melalui penelitian yang relevan dengan kebutuhan masyarakat diharapkan tidak hanya memperkaya khazanah ilmu pengetahuan, tetapi juga memberikan masukan bagi upaya pembangunan pertanian dan penguatan ketahanan pangan nasional.

Melalui pengembangan penelitian dan inovasi yang berorientasi pada potensi lokal, Fakultas Pertanian Unismuh Makassar terus mendorong peran perguruan tinggi dalam menghasilkan pengetahuan yang bermanfaat bagi masyarakat, pembangunan daerah, dan keberlanjutan sistem pangan Indonesia.


Kegiatan ini memiliki ketarkaitan dengan Program SDGs, terutama SDG 2 Tanpa Kelaparan dan SDG 3 Kehidupan Sehat dan Sejahtera

Sustainable Development Goals

SDG 2
SDG 2 Tanpa Kelaparan
SDG 3
SDG 3 Kehidupan Sehat dan Sejahtera
Bagikan: Facebook Twitter WhatsApp