Agribisnis Unismuh Makassar Go International, Inovasi AI UrVe Raih Bronze Award ICIC 2026
MAKASSAR — Inovasi mahasiswa Universitas Muhammadiyah Makassar kembali menembus panggung internasional. Tim mahasiswa Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian Unismuh Makassar, berhasil meraih Bronze Award pada ajang International Communication Innovation Competition (ICIC) 2026 yang diselenggarakan oleh Universiti Sains Islam Malaysia (USIM).
Penghargaan tersebut diraih melalui gagasan inovatif bertajuk “UrVe: Teknologi Komunikasi Berbasis AI untuk Memperkuat Ketahanan Pangan Perkotaan melalui Verifikasi Informasi Urban Farming.”
Capaian ini menjadi catatan penting bagi mahasiswa Agribisnis Unismuh Makassar. Bukan hanya karena berhasil berkompetisi di tingkat internasional, tetapi juga karena gagasan yang dibawa berangkat dari persoalan yang semakin dekat dengan kehidupan masyarakat perkotaan: bagaimana memastikan informasi tentang urban farming yang beredar di ruang digital dapat dipercaya dan dimanfaatkan secara tepat.
Tim yang berhasil membawa nama Unismuh Makassar dalam kompetisi tersebut terdiri atas Muhammad Naufal sebagai ketua tim, bersama Anggi Jafar, Fahirawati, Asmawi, dan Muhammad Yahya. Seluruh anggota merupakan mahasiswa Program Studi Agribisnis dan Program Studi Kehutanan angkatan 2024.
Dari Urban Farming, Lahir Gagasan Berbasis Artificial Intelligence
Pertumbuhan urban farming dalam beberapa tahun terakhir membuka peluang baru bagi masyarakat perkotaan untuk memproduksi sebagian kebutuhan pangannya secara mandiri. Lahan terbatas tidak lagi selalu menjadi penghalang. Berbagai metode bercocok tanam dapat dipelajari masyarakat melalui media sosial dan platform digital.
Namun, kemudahan memperoleh informasi juga menghadirkan tantangan baru.
Berbagai informasi mengenai teknik budidaya, media tanam, pemupukan, hingga pengendalian hama beredar begitu cepat di ruang digital. Persoalannya, tidak seluruh informasi tersebut memiliki dasar dan tingkat kredibilitas yang sama.
Berangkat dari kondisi tersebut, mahasiswa Unismuh Makassar menghadirkan UrVe sebagai sebuah gagasan yang memadukan agribisnis, komunikasi digital, dan Artificial Intelligence (AI) untuk mendukung proses verifikasi informasi urban farming.
Gagasan tersebut sekaligus memperlihatkan wajah agribisnis yang terus berkembang. Agribisnis tidak lagi hanya berbicara mengenai produksi, distribusi, pemasaran, maupun pengelolaan usaha pertanian, tetapi juga bersentuhan dengan data, teknologi digital, komunikasi, dan kecerdasan buatan.
Di sinilah mahasiswa ditantang bukan hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga menjadi pencipta gagasan yang mampu menjawab persoalan di tengah perubahan zaman.

Muhammad Naufal: Prestasi Ini Bukan Titik Akhir
Bagi Muhammad Naufal, capaian Bronze Award pada ICIC 2026 menjadi pengalaman akademik yang memberikan banyak pelajaran.
Ia mengaku bersyukur atas capaian yang diraih bersama tim sekaligus berharap gagasan UrVe dapat terus dikembangkan setelah kompetisi berakhir.
“Kami sangat bersyukur dapat memperoleh Bronze Award pada ICIC 2026. Capaian ini menjadi pengalaman yang sangat berharga bagi kami sebagai mahasiswa Agribisnis. Kami berharap inovasi UrVe tidak berhenti pada kompetisi, tetapi dapat terus dikembangkan sehingga memberikan manfaat yang lebih luas, khususnya dalam membantu masyarakat memperoleh informasi pertanian perkotaan yang lebih terpercaya,” ujar Naufal.
Menurutnya, mengikuti kompetisi internasional memberikan pengalaman yang berbeda dibandingkan pembelajaran di dalam kelas.
Mahasiswa dituntut mengolah gagasan, membangun komunikasi antartim, mempertajam kreativitas, menyusun solusi, sekaligus mampu mempresentasikan ide di hadapan peserta dari lingkungan akademik yang lebih luas.
“Kami berharap ke depan semakin banyak mahasiswa yang berani mengembangkan gagasan dan mengikuti kompetisi di tingkat nasional maupun internasional. Prestasi ini bukan hanya tentang penghargaan, tetapi juga tentang bagaimana ilmu yang kami pelajari dapat dikembangkan menjadi inovasi yang memiliki manfaat bagi masyarakat,” ungkapnya.
Kaprodi Agribisnis: Bukti Mahasiswa Mampu Membaca Perubahan Zaman
Ketua Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Makassar, Muh. Ikmal Saleh, S.P., M.Si., menyampaikan apresiasi atas capaian yang diraih Muhammad Naufal dan tim.
Menurutnya, kompetisi internasional menjadi salah satu ruang penting bagi mahasiswa untuk menguji sekaligus mengembangkan kompetensi yang diperoleh selama proses perkuliahan.
“Kami memberikan apresiasi kepada Muhammad Naufal dan seluruh anggota tim atas capaian Bronze Award pada ICIC 2026. Prestasi ini menunjukkan bahwa mahasiswa Agribisnis memiliki kemampuan untuk mengintegrasikan ilmu agribisnis dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan masyarakat,” ujar Muh. Ikmal Saleh.
Ia menilai perkembangan sektor agribisnis saat ini membutuhkan lulusan yang mampu melihat perubahan secara lebih luas. Pemahaman terhadap ekonomi dan pengelolaan usaha pertanian perlu berjalan beriringan dengan kemampuan memanfaatkan teknologi digital, data, komunikasi, inovasi, dan kecerdasan buatan.
“Fakultas dan Program Studi Agribisnis terus mendorong mahasiswa untuk mengembangkan pola pikir inovatif dan solutif. Agribisnis harus mampu merespons perubahan zaman, termasuk transformasi digital dan perkembangan artificial intelligence. Karena itu, inovasi seperti UrVe menjadi contoh bagaimana mahasiswa dapat menghubungkan ilmu pengetahuan dengan persoalan nyata di masyarakat,” tambahnya.
Muh. Ikmal Saleh juga berharap capaian tersebut dapat menjadi pemantik bagi mahasiswa lainnya untuk lebih aktif mengikuti kompetisi, melakukan penelitian, serta menghasilkan inovasi yang memiliki manfaat sosial maupun ekonomi.
“Kami berharap capaian ini menjadi motivasi bagi mahasiswa lain untuk terus berkarya. Prestasi mahasiswa merupakan bagian dari kontribusi Program Studi Agribisnis dalam membangun budaya akademik yang produktif, inovatif, kolaboratif, dan berorientasi pada pemecahan masalah,” jelasnya.
Ketika Agribisnis Bertemu AI dan Ketahanan Pangan
Gagasan UrVe menjadi menarik karena mempertemukan tiga isu yang semakin relevan dalam pembangunan pangan masa kini: pertanian perkotaan, transformasi digital, dan ketahanan pangan.
Urban farming dapat menjadi salah satu pendekatan dalam mendukung ketersediaan pangan di kawasan perkotaan. Pada saat yang sama, teknologi digital membuka ruang bagi masyarakat untuk memperoleh pengetahuan budidaya secara lebih cepat.
Dalam konteks tersebut, kualitas informasi menjadi bagian penting.
UrVe membawa gagasan bahwa teknologi AI dapat dimanfaatkan untuk membantu masyarakat memilah dan memverifikasi informasi urban farming yang diperoleh melalui ruang digital.
Konsep tersebut juga memiliki keterkaitan dengan sejumlah agenda Sustainable Development Goals (SDGs), antara lain SDG 2: Zero Hunger, SDG 9: Industry, Innovation and Infrastructure, SDG 11: Sustainable Cities and Communities, serta SDG 12: Responsible Consumption and Production.
Dengan demikian, inovasi mahasiswa tidak hanya berhenti pada aspek teknologi, tetapi juga diarahkan untuk merespons isu pangan, keberlanjutan, dan perkembangan masyarakat perkotaan.
Bronze Award dan Langkah Panjang Budaya Inovasi
Capaian Bronze Award pada ICIC 2026 menjadi bagian dari perjalanan mahasiswa Agribisnis Unismuh Makassar dalam membangun pengalaman akademik di luar ruang kelas.
Kompetisi internasional memberikan ruang bagi mahasiswa untuk mempertemukan teori dengan persoalan nyata. Dari sana, gagasan tidak hanya diuji berdasarkan konsep, tetapi juga melalui kemampuan mahasiswa dalam mengomunikasikan solusi dan bekerja secara kolaboratif.
Lebih dari sekadar sebuah penghargaan, capaian tim UrVe menunjukkan bahwa ruang inovasi agribisnis semakin luas.
Pertanian dapat bertemu dengan teknologi. Teknologi dapat bertemu dengan komunikasi. Dan keduanya dapat diarahkan untuk menjawab persoalan pangan masyarakat.
Bagi Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Unismuh Makassar, capaian tersebut menjadi bagian dari upaya membangun lingkungan akademik yang mendorong mahasiswa untuk berani berpikir, berani menciptakan, dan berani membawa gagasannya ke panggung yang lebih luas.
Sebab, masa depan agribisnis tidak hanya ditentukan oleh seberapa banyak pangan yang dapat diproduksi, tetapi juga oleh seberapa inovatif manusia mampu mengelola pengetahuan, teknologi, informasi, dan sumber daya untuk membangun sistem pangan yang lebih adaptif dan berkelanjutan.
Dari ruang kelas Unismuh Makassar, sebuah gagasan melangkah ke panggung internasional. Dan UrVe menjadi salah satu bukti bahwa mahasiswa agribisnis memiliki ruang untuk tumbuh bersama perubahan teknologi dan tantangan pangan masa depan.
Sustainable Development Goals
Berita Terkait
Dorong Legalitas Usaha Lokal, Mahasiswa Unismuh Posko 08 Dampingi Kelompok Tani Gula Semut Desa Libureng Urus NIB
Pengajian dan Dialog Akademik, Rektor Unismuh Tekankan Pentingnya Sinergi dalam Mengemban Amanah
Jelang Semester Baru, Fakultas Pertanian Unismuh Gelar Dialog Akademik Perkuat Sinergi dan Kinerja Sivitas Akademika